Pengejawantahan blended learning untuk mendukung kultur lingkungan belajar berbasis kehidupan pasca pandemi
DOI:
https://doi.org/10.17977/um022v6i22021p103Keywords:
blended learning, belajar berbasis kehidupan, pasca pandemiAbstract
Penulisan ini bertujuan untuk memberikan penjabaran terkait dengan penerapan blended learning dalam lingkungan belajar berbasis kehidupan pada masa pasca pandemi. Pembelajaran secara daring baik disadari maupun tidak, telah menjadikan keterampilan guru dalam mengembangkan pembelajaran dapat meningkat secara perlahan. Hal ini menyebabkan terdapat perubahan kultur belajar baru yang mulai memasuki pada orientasi pada kehidupan. Perubahan ini juga terkuatkan dengan adanya rencana kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka. Maka dari itu, penulis tertarik untuk menelaah blended learning yang kemungkinan akan terjadi sebagai jawaban dalam mendukung kultur belajar baru pasca pandemi. Telaah ini bersifat “pengejawantahan” yang berarti penulis berusaha memberikan pendapat mengenai perwujudan proses blended learning dengan orientasi pada belajar berbasis kehidupan sebagai solusi alternatif bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran nantinya. Harapannya tulisan ini mampu memberikan pandangan yang terakumulasi dengan berbagai riset yang ada, sehingga dapat dijadikan referensi alternatif bagi penelitian selanjutnya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Zahid Zufar At Thaariq, Rista Anggraini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















