INTERPRETASI KAWASAN ADAT KARAMPUANG KABUPATEN SINJAI SEBAGAI SUPLEMEN AJAR MATA KULIAH RAGAM BUDAYA LOKAL
Keywords:
budaya, karampuang, pariwisata, pendidikanAbstract
Trend Pariwisata saat ini adalah eksplorasi potensi lokal yang unik. Jenis dan model diarahkan
berupa pengalaman otentik dengan pembelajaran partisifatif melalui budaya, seni dan kuliner.
“Karampuang” sebagai cerminan sosial dari budaya masyarakat Kabupaten Sinjai memadukan
pengaruh agama Islam yang khas serata selaras dengan lingkungan. Orang Bugis adalah suku yang
tergolong ke dalam suku-suku Melayu Deutero. Selain itu, menerapkan sistem proto-demokrasi sejak
pra-Hindu dengan kepadatan adat untuk menentukan hal-hal penting dan legal. Kawasan adat
Karampuang melalui penelitian ini digunakan sebagai daya tarik wisata sehingga dapat mewujudkan
pariwisata yang berkelanjutan. Strategi yang dilakukan adalah dengan internalisasi nilai-nilai
“Karampuang”melalui mata kuliah Ragam Budaya Lokal di Politeknik Pariwisata Makassar. Metode
yang digunakan kualitatif deskriptif, dengan melakukan survei dan Focused Group Diskusi (FGD)
untuk mendokumentasikan, merekam, memvisualisasikan dan menyebar untuk mengungkap sebagai
keunikan. Diharapkan penelitian ini berkontribusi mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan, kearifan
lokal “karampuang”diterjemahkan ke dalam suplemen sebagai bahan ajar sehingga menjadi
preseden untuk mendukung pariwisata berkelanjutan yang mengusung kearifan lokal.





3.png)
1.png)
1.png)