PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN MOTIF DAN PELATIHAN BATIK BERBASIS RAGAM HIAS SITUS CANDI SINGOSARI

Authors

  • Aditya Nugroho Widiadi Universitas Negeri Malang
  • Yuliati Yuliati Universitas Negeri Malang
  • Najib Jauhari Universitas Negeri Malang
  • Ronal Ridhoi Universitas Negeri Malang

Keywords:

batik, Candi Singosari, motif, Singosari Temple

Abstract

COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH THE DEVELOPMENT OF BATIK
MOTIFS AND TRAINING BASED ON THE DECORATIVE VARIETIES OF
THE SINGOSARI TEMPLE SITE

Kelurahan Candirenggo memiliki potensi wisata yang luar biasa untuk bisa dikembangkan
sebagai sumber-sumber pemberdayaan masyarakat. Salah satu potensi tersebut adalah
keberadaan Candi Singosari. Namun sayangnya, keberadaan Candi Singosari belum bisa
dimanfaatkan secara optimal karena hanya mengandalkan kunjungan wisatawan ke candi dan
situs sekitarnya. Padahal situs Candi Singosari memiliki kekayaan motif ragam hias pada
beberapa bagian dinding candi maupun pada beberapa peninggalan artefaktual yang terletak di
halaman candi. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan pengembangan motif batik dengan
mengambil inspirasi dari ragam hias yang ada pada Candi Singosari dan beberapa arca di
sekitarnya. Untuk kemudian, motif tersebut ditawarkan kepada masyarakat Kelurahan
Candirenggo melalui kegiatan pelatihan membatik. Metode pengembangan motif batik ini melalui
studi identifikasi di situs Candi Singosari, lalu dilanjutkan dengan kegiatan focus group discussion
dengan para arkeolog dan tokoh masyarakat setempat. Hasil dari pengembangan ini adalah
bentuk motif batik yang diberi nama Singhāsana Padma. Pada tahap akhir dilaksanakan
pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan membatik di Kelurahan Singosari yang
dapat dimanfaatkan untuk merchandise ikonik untuk wisata Candi Singosari.

Candirenggo village has extraordinary tourism potential to be developed as a source of
community empowerment. One of these potentials is the existence of Singosari Temple.
Unfortunately, the existence of Singosari Temple cannot be utilized optimally because it only
relies on tourist visits to the temple and surrounding sites. Even though the Singosari Temple site
has so many ornamental motifs on some parts of the temple as well as on some artifactual relics
located in the temple courtyard. This article aims to explain the development of batik motifs by
taking inspiration from the variety of decorations that exist in Singosari Temple and several
statues around it. Then, the motif was offered to the people of Candirenggo village through batik
training activities. The method of developing batik motifs was through identification studies at the
Singosari Temple site. Then continued with focus group discussion activities with archeologist
and local community leaders. The result of this development is a form of batik motif named
Singhāsana Padma. In the final stage, a community empowerment program is carried out through
batik training activities in Singosari village which can be used for iconic merchandise for Singosari Temple tourism.

Downloads

Published

2025-04-23

Issue

Section

Articles