Makna dan pengalaman anggota Purple Lovers Community dalam mengartikulasikan warna ungu
DOI:
https://doi.org/10.17977/um022v8i12025p107-117Keywords:
makna dan pengalaman komunikasi, fenomenologi, teori interaksi simbolikAbstract
The meaning and experiences of Purple Lovers Community members in articulating the color purple
In Indonesia, the phenomenon of fans or fanatics of the color purple can be seen from the loyalty or activities of a person or group that always involves the color purple in their daily activities. Various forms of daily activities of purple lovers can be found through the way they dress, decorate their rooms, and personal items they own. This study aims to see the meaning and experience of members of the purple lover’s community in articulating the color purple. The study used a qualitative method that focused on the tradition of phenomenological research. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the color purple for community members is not just a color but a symbol of identity and a glue that unites each individual with different backgrounds but who have the same love and appreciation for the aesthetics and meaning of the color. The meaning of the color purple in this community is formed and strengthened through social interaction between members. The interaction that exists between community members towards the color purple creates a different meaning and experience for each member of the community. Communication and events experienced by members of the Purple Lovers Community with their environment form a transactional communication experience.
Di Indonesia, fenomena penggemar atau fanatik terhadap warna ungu dapat terlihat dari kesetiaan maupun aktivitas seseorang atau kelompok yang selalu melibatkan warna ungu dalam setiap kegiatan hariannya. Berbagai bentuk kegiatan sehari-sehari penyuka warna ungu ini dapat dijumpai lewat cara berpakaian, dekorasi ruangan maupun barang-barang pribadi yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan untuk melihat makna dan pengalaman anggota purple lovers community dalam mengartikulasikan warna ungu. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang berfokus pada tradisi penelitian fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan warna ungu bagi anggota komunitas bukan hanya sekedar warna, melainkan simbol identitas dan perekat yang menyatukan tiap individu dengan latar belakang yang berbeda namun memiliki kesamaan cinta dan apresiasi terhadap estetika dan makna warna tersebut. Makna warna ungu pada komunitas ini terbentuk dan diperkuat melalui interaksi sosial antaranggota. Interaksi yang terjalin antar anggota komunitas terhadap warna ungu menciptakan masing-masing makna dan pengalaman yang berbeda bagi setiap anggota komunitas. Komunikasi dan peristiwa yang dialami anggota komunitas Purple Lovers Community dengan lingkunganya membentuk sebuah pengalaman komunikasi yang sifatnya transaksional.
References
Ardina, M., Pramesty, A., Akbar, R. F., Eka, W., & Sanjaya, P. (2023). Motif “ARMY Fanatik” dalam mempertahankan citra BTS. in Prosiding Seminar Nasional, 927–937.
Angela, N., & Yoedtadi, M. G. (2019). Pemanfaatan media sosial oleh komunitas Historia Indonesia. Jurnal Prologia, 3(2), 393–400. DOI: https://doi.org/10.24912/pr.v3i2.6371
Bimo, A. A., & Sukendro, G. G. (2019). Pemaknaan fanatisme bagi pengguna vespa di Kota Tangerang. Koneksi, 2(2), 203–209. https://doi.org/10.24912/kn.v2i2.3886 DOI: https://doi.org/10.24912/kn.v2i2.3886
Chung, E., Beverland, M. B., Farrelly, F., & Quester, P. (2008). Exploring consumer fanaticism: Extraordinary devotion in the consumption context. Advances in Consumer Research, 35 (January 2008), 333–340.
Clark, M. (1994). Phenomenological research methods. Sage Publications.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed method approachers (4 ed.). Sage Publications.
Darmaprawira, S. (2002). Colour theory. ITB Press.
Fibrianto, A. S., Asrori, M. I., Mahardiansyah, D., Anggraini, L. M., Lailani, A. T. U., Azizah, S. N., & Trianjaya, A. (2020). Analysis of globalization phenomena: Forms of K-Pop cultural fanaticism among students (case study of Sociology Student at Universitas Negeri Malang). in Proceedings of the International Conference on Social Studies and Environmental (ICOSSEI 2019). DOI: https://doi.org/10.2991/assehr.k.200214.058
Goddard, H. (2001). Civil religion. Cambridge University press.
Hapsa, K. P., Wahyudin, U., & Zein, D. (2019). Perilaku komunikasi dan makna samawa pada pasangan menikah melalui ta’Aruf. Jurnal Riset Komunikasi, 2(1), 1–12. DOI: https://doi.org/10.24329/jurkom.v2i1.48
Kuswarno, E. (2009). Metodologi penelitian komunikasi fenomenologi (Mien AZ, Ed.). Widya Padjadjaran.
Laili, A. (2019). Penyuka warna ungu kok terkesan paling fanatik dibanding penyuka warna lain ya? Modjok.com.
Mulaya, D. (2013). Metodologi penelitian kualitatif paradigma baru ilmu komunikasi & ilmu sosial lainnya (3 ed.). PT. Temaja Rosdakarya.
Mulyana, D. (2020). Metodologi penelitian kualitatif paradigma baru ilmu komunikasi dan ilmu sosial lainnya (P. Lathifah, Ed.; Revisi, Vol. 10). PT. Remaja Rosdakarya.
Nurtyasrini, S., & Hafiar, H. (2016). Pengalaman komunikasi pemulung tentang pemeliharaan kesehatan diri dan lingkungan di TPA Bantar Gebang. Jurnal Kajian Komunikasi, 4(2), 219–228. https://doi.org/10.24198/jkk.vol4n2.9 DOI: https://doi.org/10.24198/jkk.vol4n2.9
Rahardja, A., & Purbasari, M. (2019). Warna dari warisan sebagai identitas: Melihat tekstil dan kuliner Jawa. DeKaVe, 11(1), 1–6. https://doi.org/10.24821/dkv.v11i1.2483 DOI: https://doi.org/10.24821/dkv.v11i1.2483
Stella, S., & Azeharie, S. S. (2019). Studi budaya dalam komunitas fans Nike Ardilla di Jakarta (fanatisme penggemar Nike Ardilla). Koneksi, 2(2), 589. DOI: https://doi.org/10.24912/kn.v2i2.3941
Warsa, W., & Cangara, H. (2023). The construction of identity and communication behavior of fanatical footbal fans supporting Indonesian football club. In Hasanuddin Conference on Social and Political Sciences (HICOSPOS) 2021 (pp. 137–142). Sciendo. https://doi.org/10.2478/9788366675667-022 DOI: https://doi.org/10.2478/9788366675667-022
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





3.png)
1.png)
1.png)