DILEMA ANTARA KRISIS EKONOMI DAN TRADISI: EDUKASI MASYARAKAT DAMPAK PERNIKAHAN DINI DI DESA LUMBANG, KABUPATEN PASURUAN
Keywords:
early-age marriage, socio-cultural, teenager, pernikahan dini, sosial budaya, remajaAbstract
DILEMMA BETWEEN ECONOMIC CRISIS AND TRADITION: COMMUNITY
EDUCATION ON THE IMPACT OF EARLY MARRIAGE IN LUMBANG
VILLAGE, PASURUAN REGENCY
Pernikahan dini menjadi salah satu bentuk fenomena yang banyak ditemui pada Desa Lumbang.
Hal tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai faktor mulai dari pendidikan, sosial budaya, dan
ekonomi. Diperlukan usaha untuk menyadarkan masyarakat dalam mencegah terjadinya
pernikahan dini, baik pada remaja dan juga orang tua. Berbagai upaya juga telah dilakukan oleh
perangkat desa untuk turut menekan pernikahan dini yang terjadi di Desa Lumbang. Oleh karena
itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan materi pemahaman dampak melakukan
pernikahan dini dari bidang kesehatan agar masyarakat menjadi peduli akan pentingnya
kesehatan sebelum memutuskan untuk menikah dan dapat menekan angka pernikahan dini yang
terjadi di Desa Lumbang. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini yakni menggunakan
metode partisipatoris, dimana penulis dapat memperoleh hasil berupa gambaran, arahan, dan
respon mitra secara langsung. Hasil dari pengabdian ini menyimpulkan bahwa dari sebagian
peserta yang hadir pada sosialisasi masih banyak yang peduli akan kesehatan mereka
sementara itu mereka yang sudah menikah didasari karena faktor sosial dan ekonomi sehingga
mereka terpaksa memilih menikah dini. Pasca kegiatan sosialisasi ini kelompok pelaksana melakukan monitoring dan meninjau tingkat pernikahan dini di Desa lumbang dengan data
pernikahan melalui pengurus di Kantor Urusan Agama (KUA).
Early marriage is a form of phenomenon that is often found in Lumbang Village, this is motivated
by various factors ranging from education, socio-culture, and economy. Efforts are needed to
raise public awareness in preventing early marriage for adolescents and parents. Various efforts
have also been made by village officials to help suppress early marriages that occur in Lumbang
Village. So, this service aims to provide material on understanding the impact of early marriage
from the health sector so that people become aware of the importance of health before deciding
to get married and can reduce the number of early marriages that occur in Lumbang Village. The
results of this field service concluded that most of the participants who attended the socialization
still cared about their health, while among those who were married, based on social and economic
factors, they were forced to choose early marriage. After this socialization activity, the
implementing group monitored and reviewed the level of early marriage in Lumbang Village with
marriage data through the Office of Religious Affairs (KUA) administrator.





3.png)
1.png)
1.png)