PELUANG DAN TANTANGAN MENINGKATKAN KETERLIBATAN WARGA NEGARA MUDA DALAM MEMPROMOSIKAN PERDAMAIAN DI MASYARAKAT

Authors

  • Rista Ayu Mawarti Universitas Negeri Malang

Abstract

OPPORTUNITIES AND CHALLENGES OF INCREASING THE
INVOLVEMENT OF YOUNG CITIZENS IN PROMOTING PEACE IN
COMMUNITIES

Pada era saat ini dimana setiap orang mendapatkan kemudahan untuk saling berinteraksi dan
berkomunikasi melintasi batas wilayah, ketertarikan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman
belajar tidak hanya pada “ruang kelas” juga menjadi lebih tinggi. Terutama pada konten yang
cenderung teoritis seperti perdamaian. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk membahas
model pembelajaran service-learning yang dipadukan dengan pendidikan damai dan perspektif
meningkatkan keterlibatan warga negara menjadi fokus utama kajian ini. Metode yang digunakan
adalah pendekatan kualitatif dengan desain partisipatif yang melibatkan dosen serta mahasiswa
pada mata kuliah Praksis Sosial di Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial.
Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1) implementasi model pembelajaran berpeluang meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan keterlibatan warga negara muda dalam
mempromosikan perdamaian di masyarakat melalui kegiatan pendalaman materi, penyusunan
rencana kegiatan, hingga pelaksanaan program edukasi perdamaian di masyarakat; 2) tantangan
dari implementasi model pembelajaran yaitu perkembangan paradigma tentang konsep
perdamaian yang imajiner di masyarakat dengan kategori pengguna media sosial, sehingga
mahasiswa perlu untuk mendapatkan pendalaman materi yang lebih intens tentang hal tersebut;
3) evaluasi dari implementasi model pembelajaran adalah perbaikan pada intensitas
pembimbingan rancangan kegiatan mahasiswa oleh dosen pengampu mata kuliah Praksis Sosial
untuk meningkatkan kualitas program yang dijalankan oleh mahasiswa. Secara umum, dapat
dikatakan bahwa model pembelajaran service-learning yang dilaksanakan berpeluang
mendukung peningkatan keterlibatan mahasiswa sebagai warga negara dalam penyelesaian isuisu kewarganegaraan di sekitarnya. Sebagai tindak lanjut, tetap diperlukan kajian lanjutan tentang
efektivitas dan efisiensi program dengan perspektif kebermanfaatannya bagi masyarakat agar
dapat dirumuskan sebuah revisi utuh model pembelajaran yang lebih baik. 

In the current era where everyone has the convenience of interacting and communicating with
each other across regional boundaries, student interest in gaining learning experiences not only
in the "classroom" is also higher. Especially on content that tends to be theoretical like peace.
Therefore, this article aims to discuss the service-learning learning model combined with peace
education and the perspective of increasing citizen engagement which is the focus of this study.
The method used is a qualitative approach with a participatory design involving lecturers and
students in the Social Praxis course at the Department of Law and Citizenship, Faculty of Social
Sciences. The results of the study show that: 1) the implementation of the learning model has the
opportunity to increase the knowledge, skills and involvement of young citizens in promoting
peace in society through material deepening activities, preparation of activity plans, to
implementing peace education programs in the community; 2) the challenge of implementing the
learning model is the development of a paradigm about the concept of imaginary peace in society
with the category of social media users, so that students need to get more intense deepening of
the material about this; 3) evaluation of the implementation of the learning model is an
improvement in the intensity of guiding student activity designs by lecturers in Social Praxis
courses to improve the quality of programs run by students. In general, it can be said that the
service-learning model implemented could support increased student involvement as citizens in
solving citizenship issues around them. As a follow-up, further studies are still needed on the
effectiveness and efficiency of the program with the perspective of its benefit to the community
so that a complete revision of a better learning model can be formulated.

Downloads

Published

2025-04-23

Issue

Section

Articles