Model pendidikan seks melalui pendekatan pedagogi kritis bagi remaja di Rifka Annisa Women’s Crisis Center

Authors

  • Ristama Fitria Salsabela Universitas Negeri Semarang
  • Didi Pramono Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.17977/um022v8i12025p42-59

Keywords:

pedagogi kritis, pendidikan seks, Rifka Annisa

Abstract

A model of sex education through a critical pedagogy approach for adolescents at Rifka Annisa Women’s Crisis Center

The research aims to analyze the sex education model through Paulo Freire’s critical pedagogy approach for adolescents in Rifka Annisa and identify its impact. This research uses descriptive qualitative methods with observation, interviews, and documentation data collection techniques. The results showed that the models and forms of sex education activities for adolescents in Rifka Annisa are the Youth Class Community Forum, RGTS (Rifka Annisa Goes to School), RGTS by Order, RGTS by Project, and media campaigns. Sex education methods using the critical pedagogy approach are serial discussions, art, and reflective methods. The serial discussion method is a discussion with a different theme for each meeting that is still continuous. The art method is a creative and interesting medium used for sex education, including music, graphic design, and performing arts. The following method is the reflective method, which is a process of deepening, realizing, and reflecting on the material, experiences, and life around the participants. Sex education activities in Rifka Annisa that use these three methods impact changes in perspective, changes in behavior, and critical awareness of participants.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pendidikan seks melalui pendekatan pedagogi kritis Paulo Freire bagi remaja di Rifka Annisa dan mengidentifikasi dampaknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dan bentuk kegiatan pendidikan seks bagi remaja di Rifka Annisa adalah Forum Komunitas Kelas Remaja, RGTS (Rifka Annisa Goes to School) RGTS by Order dan RGTS by Project, dan media campaign. Metode pendidikan seks yang menggunakan pendekatan pedagogi kritis yaitu diskusi serial, metode seni, dan metode reflektif. Metode diskusi serial merupakan diskusi dengan tema yang berbeda setiap pertemuan namun tetap berkesinambungan. Metode seni merupakan media kreatif dan menarik yang digunakan sebagai bentuk pendidikan seks meliputi musik, desain grafis, dan seni pertunjukan. Metode selanjutnya adalah metode reflektif merupakan proses pendalaman, penyadaran, dan merefleksikan materi, pengalaman, dan kehidupan di sekitar peserta. Kegiatan pendidikan seks di Rifka Annisa yang menggunakan ketiga metode tersebut berdampak untuk perubahan perspektif, perubahan perilaku, dan kesadaran kritis peserta.

References

Adisti, S. L., & Batoebara, M. U. (2020). Peran komunikasi antar pribadi orangtua dalam memberikan bimbingan pendidikan seks pada anak remaja di masyarakat Kelurahan Paya Geli Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Ilmu Komunikasi Network Media, 3(1), 30–45.

Alparizi, P., & Majid, A. N. (2021). Pendidikan emansipatoris dalam perspektif Paulo Freire dan Muhammad Abduh. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(9), 1885–1896.

Bengtsson, J., & Bolander, E. (2020). Strategies for inclusion and equality–‘norm-critical’sex education in Sweden. Sex Education, 20(2), 154–169. DOI: https://doi.org/10.1080/14681811.2019.1634042

Edison, E., & Kurniawan, U. T. (2023). Tingkat keterampilan komunikasi intrapersonal siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Baubau. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5(1), 1101–1109.

Ezer, P., Jones, T., Fisher, C., & Power, J. (2019). A critical discourse analysis of sexuality education in the Australian curriculum. Sex Education, 19(5), 551–567. DOI: https://doi.org/10.1080/14681811.2018.1553709

Farid, M. R. A. (2020). Studi kasus kekerasan terhadap perempuan yang di tangani Rifka Annisa Woman Crisis Center Yogyakarta. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 18(2), 153–170. DOI: https://doi.org/10.24014/marwah.v18i2.7728

Freire, P. (2020). Pendidikan kaum tertindas. Narasi.

Freire, P. (2021). Education for critical consciousness. Bloomsbury Publishing. DOI: https://doi.org/10.5040/9781350190184

Hidayat, R. (2013). Pedagogi kritis: Sejarah, perkembangan dan pemikiran. Rajawali Pers.

Huda, R. R. M., & Ardiyan, L. (2022). Rancangan implementasi Perma+ dalam layanan bimbingan dan konseling untuk pencegahan bullying dan peningkatan wellbeing siswa. Jurnal Syntax Transformation, 3(06), 877–886. DOI: https://doi.org/10.46799/jst.v3i6.566

Husnul, A., & Mardiansyah, Y. (2021). Pendidikan seks berbasis keseteraan gender sebagai upaya preventif pelecehan seksual pada remaja di Desa Ciela. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1(80), 39–54.

Ismoyo, B., & Lestari, P. (2021). Peran PKBI Kota Yogyakarta dalam sosialisasi pendidikan seks bagi kelompok marginal di Kota Yogyakarta. E-Societas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 10(2), 1–22.

Kwirinus, D. (2022). Menyingkap teori seksualitas psikoanalisa sigmund freud dan usaha penerapannya dalam pendidikan seksualitas. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora, 13(2), 556–573. DOI: https://doi.org/10.26418/j-psh.v13i2.57871

Lewoleba, K. K., & Fahrozi, M. H. (2020). Studi faktor-faktor terjadinya tindak kekerasan seksual pada anak-anak. Jurnal Esensi Hukum, 2(1), 27–48. DOI: https://doi.org/10.35586/esensihukum.v2i1.20

Luthfi, W., Rohmah, I., Firdausa, D. A., & Fadhillah, A. N. (2023). Peran program Karawang Berseri dalam upaya pemberdayaan masyarakat, pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jurnal Syntax Admiration, 4(10), 1788–1805. DOI: https://doi.org/10.46799/jsa.v4i10.732

Malik, P. (2022). Exploring alternatives: Children’s participation in critical sexuality education in India. Gender and Education, 34(6), 705–720. DOI: https://doi.org/10.1080/09540253.2022.2057445

Malka, M., & Lotan, S. (2023). Beyond the risk discourse: Photovoice as critical-pedagogical tool of sexuality education for adolescents. Sexuality Research and Social Policy, 20(1), 103–119. DOI: https://doi.org/10.1007/s13178-022-00743-6

Moleong, L. J. (2013). Metode penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Nawafil, M., & Junaidi, J. (2020). Revitalisasi paradigma baru dunia pembelajaran yang membebaskan. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 4(2), 215–225. DOI: https://doi.org/10.35316/jpii.v4i2.193

Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (2023).

Prasetyo, K. B., Putri, N. A., & Pramono, D. (2022). Pendidikan politik generasi muda melalui gerakan voluntarisme komunitas milenial. Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang, 3, 1–29.

Purnomo, H., & Winarso, W. (2019). Sex education pattern for 12 years compulsory education age in digital era. Available at SSRN 3431549. DOI: https://doi.org/10.2139/ssrn.3431549

Rachmawati, I., Listyaningrum, I., Waysang, J. M., Suratiningsih, D., & Sari, A. R. (2023). Edukasi bagi anak dalam upaya preventif tindak kejahatan seksual dengan modus child grooming. Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 332–339. DOI: https://doi.org/10.46576/rjpkm.v4i1.2399

Rannisakustik. (2017). Lirik lagu Rannisakustik gerombolan masa kini? https://rannisakustik.-wordpress.com/2017/02/16/gerombolan-masa-kini/

Rifka Annisa Women’s Crisis Center. (2023). Divisi dan program. https://www.rifka-annisa.org/id/

Rizkiyah, I., & Nulhaqim, S. A. (2019). Analisis faktor eksternal dan faktor internal Kettner dalam organisasi layanan sosial Rifka Annisa Women Crisis Center. JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 9(1), 138–154.

Salsabilah, S. (2020). Penyimpangan perilaku remaja yang menimbulkan fenomena sosial pada masyarakat kelurahan 9 Ilir Lorong Kemas Kota Palembang. Pepatudzu: Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan, 16(2), 80–88. DOI: https://doi.org/10.35329/fkip.v16i2.1764

Scott, R. H., Smith, C., Formby, E., Hadley, A., Hallgarten, L., Hoyle, A., Marston, C., McKee, A., & Tourountsis, D. (2020). What and how: Doing good research with young people, digital intimacies, and relationships and sex education. Sex Education, 20(6), 675–691. DOI: https://doi.org/10.1080/14681811.2020.1732337

Septiana, A., & Afifah, L. (2022). Upaya sekolah dalam menanamkan nilai karakter untuk pencegahan 3 dosa besar dunia pendidikan. Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar, 7(1), 1312–1322.

Setty, E. (2021). Sex and consent in contemporary youth sexual culture: The ‘ideals’ and the ‘realities.’ Sex Education, 21(3), 331–346. DOI: https://doi.org/10.1080/14681811.2020.1802242

Simfoni-PPA. (2024). Data kekerasan Kemenpppa. https://kekerasan.kemenpppa.go.id/-ringkasan

Subarkah, L. (2023). 10 tahun baru terungkap, begini kronologi terungkapnya pelecehan seksual remaja masjid terhadap 20 anak di Sleman. Harianjogja.Com. https://jogjapolitan.-harianjogja.com/read/2023/02/06/512/1125493/10-tahun-baru-terungkap-begini-kronologi-terungkapnya-pelecehan-seksual-remaja-masjid-terhadap-20-anak-di-sleman

Sudirman, P. (2019). Pedagogi kritis sejarah, perkembangan dan pemikiran. Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan, 4(2), 63–72. DOI: https://doi.org/10.47435/jpdk.v4i2.319

Sugiyono, S. (2019). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Suharti, S., & Harjanti, F. I. (2014). Modul diskusi komunitas untuk remaja laki-laki (program laki-laki peduli). Rifka Annisa Women’s Crisis Center.

Syamsurijal, S., Handayani, T., & Yusuf, N. (2019). Fenomena pendidikan sex-class dalam membangun karakter siswa berwawasan gender pada sekolah muslim. Jurnal Civic Hukum, 4(1), 67–76. DOI: https://doi.org/10.22219/jch.v4i1.9890

Syauket, A., Saimima, I. D. S., Simarmata, R. P., Aidy, W. R., Zainab, N., Prayitno, R. B., & Cabui, C. E. (2022). Sextortion fenomena pemerasan seksual di lingkungan pendidikan. Jurnal Kajian Ilmiah, 22(3), 219–230. DOI: https://doi.org/10.31599/jki.v22i3.1210

Ulum, M. M. (2022). Pendidikan seks sejak dini menurut Abdullah Nasih Ulwan: Analisis psikologis dan sosiologis. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 10, 221–230. DOI: https://doi.org/10.26618/equilibrium.v10i2.7481

Valls-Carol, R., de Mello, R. R., Rodríguez-Oramas, A., Khalfaoui, A., Roca-Campos, E., Guo, M., & Redondo, G. (2022). The critical pedagogy that transforms the reality. International Journal of Sociology of Education, 11(1), 58–71. DOI: https://doi.org/10.17583/rise.8900

Wajdi, F., & Arif, A. (2021). Pentingnya pendidikan seks bagi anak sebagai upaya pemahaman dan menghindari pencegahan kekerasan maupun kejahatan seksual. Jurnal Abdimas Indonesia, 1(3), 129–137. DOI: https://doi.org/10.53769/jai.v1i3.130

Wardani, W. K., & Puspitasari, C. D. (2019). Upaya Rifka Annisa dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan di DIY. Agora, 8(2), 179–189.

Zhuravleva, O., & Helmer, J. (2024). Teachers’ perceptions and attitudes around the possible implementation of sex education in schools: Views from teachers in Kazakhstan’s Karaganda Region. Sex Education, 24(2), 154–171. DOI: https://doi.org/10.1080/14681811.2022.2164760

Downloads

Published

2025-04-24

Issue

Section

Articles