Pemberdayaan perempuan melalui ormas Islam wanita di Kota Serang
DOI:
https://doi.org/10.17977/um022v8i12025p1-18Keywords:
pemberdayaan perempuan, organisasi Islam, gender, sinergiAbstract
Women’s empowerment through Islamic women’s organizations in Serang City
Women’s Islamic organizations (Muslimat, Aisiyah, and Persistri) in Serang City have significantly increased women’s involvement in the public sphere. Although religiously based, these organizations implement strategic programs in non-religious sectors to strengthen women’s empowerment. Their efforts focus on addressing gender inequality and the strong patriarchal culture in Serang City while promoting the message that Islam supports gender equality and women’s independence. This study examines the contributions of Islamic women’s organizations, including Aisyiyah Muhammadiyah, Muslimat NU, and Persistri Persis, in empowering women in Serang City. The research employs an exploratory and developmental social method with a quantitative descriptive approach. The findings indicate that these organizations engage in religious activities and play a crucial role in women’s empowerment through various programs. The study concludes that there is significant potential for synergy between these organizations and other stakeholders to strengthen women’s empowerment further.
Organisasi Islam perempuan (Muslimat, Aisyiyah, dan Persistri) di Kota Serang telah memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan keterlibatan perempuan di ranah publik. Meskipun berbasis keagamaan, organisasi ini melaksanakan program-program strategis di sektor non-keagamaan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan. Upaya mereka berfokus pada mengatasi ketimpangan gender dan budaya patriarki yang masih kuat di Kota Serang, sekaligus menyampaikan pesan bahwa Islam mendukung kesetaraan gender dan kemandirian perempuan. Penelitian ini mengkaji kontribusi organisasi Islam perempuan, termasuk Aisyiyah Muhammadiyah, Muslimat NU, dan Persistri Persis, dalam memberdayakan perempuan di Kota Serang. Penelitian ini menggunakan metode sosial eksploratif dan pengembangan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi-organisasi ini tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga berperan penting dalam pemberdayaan perempuan melalui berbagai program. Studi ini menyimpulkan bahwa terdapat potensi besar untuk sinergi antara organisasi-organisasi ini dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna semakin memperkuat pemberdayaan perempuan.
References
Asaolu, I. O., Alaofè, H., Gunn, J. K. L., Adu, A. K., Monroy, A. J., Ehiri, J. E., Hayden, M. H., & Ernst, K. C. (2018). Measuring women’s empowerment in sub-Saharan Africa: Exploratory and confirmatory factor analyses of the demographic and health surveys. Frontiers in Psychology, 9, 994. DOI: https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.00994
Aziz, E., Abdullah, I., & Prasojo, Z. H. (2020). Why are women subordinated? the misrepresentation of the Qur’an in Indonesian discourse and practice. Journal of International Women’s Studies, 21(6), 235–248.
Creswell, J. W. (2014). Penelitian kualitatif dan desain riset (SZ Qudsy (ed.). Pustaka Pelajar.
Darojat, Z., & Jatiningsih, O. (2019). Pemberdayaan perempuan oleh LSM Kelompok Perempuan dan Sumber-Sumber Kehidupan (KPS2K) di Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 7(1), 31–45.
Ekhananto, D. (2024). Pengaruh akuntansi digital terhadap etika penyusunan laporan keuangan UMKM pondok pesantren dengan SAK EMKM sebagai variabel moderasi. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Ganiem, L. M. (2017). Pemberdayaan perempuan miskin kota melalui pendidikan. Jurnal ASPIKOM, 3(2), 239–255.
Hafid, M. (2014). Islam dan gender. Islamuna: Jurnal Studi Islam, 1(1), 19–34. https://doi.org/-10.19105/islamuna.v1i1.555 DOI: https://doi.org/10.19105/islamuna.v1i1.555
Hayon, D. R., & Toulwala, R. B. (2023). Pemberdayaan perempuan pada Kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) di Desa Kelisamba. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7, 10269–10274.
Hennigusnia. (2014). Kesenjangan upah antar jender di Indonesia: Glass ceiling atau sticky floor? (gender wage gap in Indonesia: Glass ceiling or sticky floor?). Jurnal Kependudukan Indonesia, 9, 83–96.
Kumari, F. (2022). Kesetaraan gender dalam agama-agama: Analisis Filsafat Taoisme-Islam Sachiko Murata. Muadalah, 10(2), 65–77. https://doi.org/10.18592/muadalah.v10i2.7471 DOI: https://doi.org/10.18592/muadalah.v10i2.7471
Liestyasari, S. I. (2019). The analysis of state ibuism and patriarchal value on empowerment and family welfare program in Surakarta, Indonesia. In Research for Social Justice (pp. 110–116). Routledge. DOI: https://doi.org/10.1201/9780429428470-20
Mayrudin, Y. M., Utami, W. K., & Irawan, P. (2023). Dinamika politik catch-all atas eksistensi perempuan di Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera Wilayah Banten. Jurnal Transformative, 9(2), 127–145. https://doi.org/10.21776/ub.transformative.2023.009.02.1 DOI: https://doi.org/10.21776/ub.transformative.2023.009.02.1
Natasha, H. (2013). Ketidaksetaraan gender bidang pendidikan: Faktor penyebab, dampak, dan solusi. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 12(1), 53–64. https://doi.org/-10.24014/marwah.v12i1.513 DOI: https://doi.org/10.24014/marwah.v12i1.513
Nur, S. (2019). Pemberdayaan perempuan untuk kesetaraan & meningkatkan partisipasi dalam pembangunan lingkungan hidup. An-Nisa, 10(1), 99–111. https://doi.org/10.30863/-annisa.v10i1.388 DOI: https://doi.org/10.30863/annisa.v10i1.388
Parker, L., Riyani, I., & Nolan, B. (2016). The stigmatisation of widows and divorcees (janda) in Indonesia, and the possibilities for agency. Indonesia and the Malay World, 44(128), 27–46. https://doi.org/10.1080/13639811.2016.1111677 DOI: https://doi.org/10.1080/13639811.2016.1111677
Prafitri, N., & Widyastuti, Y. (2020). Affirmative action untuk mengurangi disparitas gender dalam politik di Kota Serang. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik, 5(1), 75–85. https://doi.org/10.25077/jakp DOI: https://doi.org/10.25077/jakp.5.1.75-85.2020
Samsidar, S. (2020). Peran ganda wanita dalam rumah tangga. AN-NISA, 12(2), 655–663.
Subekti, T., & Khurun’in, I. (2019). Understanding the duality role of women in agricultural society (study in Sumberdodol Village, Magetan Regency, East Java Province). Journal of Governance Innovation, 1(2), 64–78. https://doi.org/10.36636/jogiv.v1i2.360 DOI: https://doi.org/10.36636/jogiv.v1i2.360
Suryana, M. (2023). Kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Banten capai 1.131 kasus. Antaranews.com.
Syahputra, D. D., Bangun, M. B., & Handayani, S. M. (2023). Budaya patriarki dan ketidaksetaraan gender dalam pendidikan di Desa Bontoraja, Kabupaten Bulukumba. Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, 6(2), 608–616. https://doi.org/-10.32923/-kjmp.v6i2.4028 DOI: https://doi.org/10.32923/kjmp.v6i2.4028
Syahputra, H. (2020). Posisi agama dalam perbincangan gender. Jurnal Filsafat dan Teologi Islam, 11(1), 118–134.
Umniyyah, Z. (2021). Kekerasan berbasis gender : Belenggu patriarki terhadap perempuan dalam novel Tempurung Karya Oka Rusmini. Journal of Feminism and Gender Studies, 1(1), 22–29. https://doi.org/10.19184/fgs.v1i1.22323 DOI: https://doi.org/10.19184/fgs.v1i1.22323
Widianto, A. A. (2017). Islam dan praktik pemberdayaan perempuan: Studi terhadap implementasi nilai-nilai Islam dalam pemberdayaan perempuan oleh Yayasan Sahabat Ibu di Yogyakarta. Asketik, 1(2), 69–78. DOI: https://doi.org/10.30762/asketik.v1i2.1089
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





3.png)
1.png)
1.png)