Strategi manajemen krisis ITB atas isu pinjaman online di akun @ITBfess (X)
DOI:
https://doi.org/10.17977/um022v8i22025p407-414Keywords:
manajemen krisis, ITB, reputasi perusahaan, hubungan masyarakatAbstract
ITB’s crisis management strategy regarding the online loan issue on @ITBfess (X)
The crisis experienced by ITB due to content of pinjaman online (pinjol) on the menfess social media account x @itbfess, in January 2024, has affected various aspects of education and public communication. Public dissatisfaction with the university's response, which was deemed non-transparent, triggered a crisis of trust and social protests. This study aims to analyze the crisis management strategy of the Bandung Institute of Technology (ITB) in maintaining the company's reputation during the crisis. The method used is a qualitative descriptive case study approach. Data were collected through interviews with two key informants and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The results show that ITB applies a combination of Situational Crisis Communication (SCCT) and Image Restoration Theory (IRT) in each phase of the crisis (pre-crisis, crisis, and post-crisis). Direct response strategies and solution provision are part of the effort to maintain public trust. These findings provide a theoretical contribution to the literature on vulnerable crisis management and demonstrate the importance of responsive and contextual communication in reputation mitigation.
Krisis yang dialami ITB akibat akibat konten pinjaman online (pinjol) pada akun menfess sosial media x @itbfess, pada Januari 2024, telah mempengaruhi berbagai aspek pendidikan dan komunikasi masyarakat. Ketidakpuasan publik terhadap respons universitas yang dinilai tidak transparan memicu krisis kepercayaan dan protes sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen krisis Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam menjaga reputasi perusahaan selama amsa krisis tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan dua informan kunci dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ITB menerapkan kombinasi teori Situational Crisis Communication (SCCT) dan Image Restoration Theory (IRT) pada tiap fase krisis (pra-krisis, krisis, pasca-krisis). Strategi respons langsung,serta pemberian solusi merupakan bagian dari upaya untuk mempertahankan kepercayaan publik. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis terhadap literatur manajemen krisis yang rentan dan menunjukkan pentingnya komunikasi responsif dan kontekstual dalam mitigasi reputasi.
References
Adiwinata, K. R., & Razak, R. (2023). PT Kereta Cepat Indonesia China dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung.
Anggara, A. P. (2021). Manajemen krisis PT Kereta Api Indonesia (Persero) di masa pandemi COVID-19. Jurnal Hubungan Masyarakat, 6(1), 83–100.
Coombs, W. T. (2007). Ongoing crisis communication: Planning, managing, and responding. Sage Publications.
Coombs, W. T., Frandsen, F., Holladay, S. J., & Johansen, W. (2010). Why a concern for apologia and crisis communication? Corporate Communications: An International Journal, 15(4), 337–349.
Efendi, N., Mustofa, M. B., Jati, J. D., & Wuryan, S. (2023). Komunikasi krisis dalam meningkatkan resiliensi pada organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Bandar Lampung. Jurnal KOPIS: Kajian Penelitian dan Pemikiran Komunikasi Penyiaran Islam, 6(1), 92–106. https://doi.org/10.33367/kpi.v6i1.3908
Frandsen, F., & Johansen, W. (2017). Organizational crisis communication. Sage Publications.
Ihsan, D. (2024, February 23). Pinjaman ke mahasiswa dengan bunga tak sesuai UU Pendidikan Tinggi. Kompas.com.
Juliana, R., Asmara, S., & Kurniawari, D. (2022). Manajemen komunikasi krisis Direktorat Jenderal Pajak dalam mengatasi dampak negatif dari pemberitaan pajak pertambahan nilai barang kebutuhan pokok. Komunika, 18(2), 17–35.
Kriyanto, R. (2014). Teori public relations: Perspektif Barat dan lokal (ed. ke-22). Kencana.
Lengkong, S. L., Sondakh, M., & Londa, J. W. (2017). Strategi public relations dalam pemulihan citra perusahaan (studi kasus Rumah Makan Kawan Baru Megamas Manado). Acta Diurna, 6(1).
Mohamad, B., & Bungin, B. (2020). Corporate communication (komunikasi perusahaan) (ed. ke-1).
Putri, A. W., Sutopo, S., & Rahmanto, A. N. (2019). Komunikasi krisis Kementerian Pertanian pada kasus penggerebekan gudang beras PT IBU (analisis isi kualitatif menggunakan Situational Crisis Communication Theory). Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 23(1), 53–70.
Ruslan, R. (2012). Manajemen public relations dan media komunikasi (ed. ke-11). Rajawali Pers.
Sakinah, F. N., & Mukhlisiana, L. (2024). Manajemen krisis public relations PT INKA (studi kasus pada isu pintu kereta LRT Jabodebek). In eProceedings of Management, 11(3).
Setiadarma, A. (2022). Strategi media relations dalam krisis. Ikon-Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 27(2), 130–139.
Soedardji, I., & Febrina, D. (2018). Analisis deskriptif tingkat kepercayaan pelanggan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk berdasarkan dimensi integrity (studi pada pendukung petisi online IndiHome di Change. org). Gunahumas, 1(1), 47-55.
Wardani, E. F. J., Vidyarini, T. N., & Yogatama, A. (2022). Restorasi Citra Maybank melalui media online Tribunnews. com dan Detik. com. Jurnal E-Komunikasi, 10(1).
Zaiza, A. (2021). Analisis efektivitas komunikasi krisis PT A: Studi kasus sangkaan pengambilan air tanah secara ilegal. Commentate: Journal of Communication Management, 1(1), 20. https://doi.org/10.37535/103001120202
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





3.png)
1.png)
1.png)