Strategi pengembangan Desa Banjarasi menjadi destinasi wisata berkelanjutan

Authors

  • Eko Yuli Sutrisno Universitas Padjadjaran
  • Cipta Endyana Universitas Padjadjaran
  • Mohamad Sapari Dwi Hadian Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.17977/um022v8i22025p303-316

Keywords:

Desa Banjarasri, destinasi wisata berkelanjutan, wisata perdesaan

Abstract

Development strategy for Banjarasi Village as a sustainable tourism destination

This research was conducted in Banjarasri Village, Kalibawang, Kulon Progo, Special Region of Yogyakarta. The background of this study is that Banjarasri Village has not yet become a popular tourist destination, even though several surrounding villages have already gained recognition as attractive tourist destinations. The purpose of this study is to identify the strategic position of Banjarasri Village and recommend strategies for developing it into a sustainable tourism destination. The research method employed is descriptive qualitative. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings indicate that Banjarasri Village has the potential to become a sustainable tourism destination. The recommended strategies for development are maximizing the village’s strengths by building tourism facilities and infrastructure, creating scenic viewing spots, developing heritage and educational tourism packages, projecting the merti dusun tradition as a cultural tourism attraction, and promoting the village’s tourism potential. The second strategy is minimizing weaknesses to seize opportunities, such as developing glamour camping (glamping), establishing traditional village-style eateries, and forming a tourism awareness group. The third strategy is utilizing strengths to address threats, including campaigning that Banjarasri’s attractions are located in a safe zone from Mount Merapi’s disaster risk, improving attraction quality, and implementing product differentiation. The fourth strategy is reducing weaknesses to prevent threats by providing affordable and easily accessible accommodation, offering dining options that meet tourists’ preferences, and conducting education and training programs in the tourism sector.

Penelitian ini dilakukan di Desa Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah Desa Banjarasri belum menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan padahal beberapa desa yang berada di sekitarnya saat ini telah menjadi destinasi wisata yang digemari wisatawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui posisi strategis Desa Banjarasri dan rekomendasi strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan Desa Banjarasri menjadi destinasi wisata berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitiannya adalah Desa Banjarasri memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata berkelanjutan. Saran rumusan strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan Desa Banjarasri adalah memaksimalkan kekuatan Desa Banjarasri dengan membangun sarana dan prasarana wisata, membangun spot untuk menikmati pemandangan, membuat paket wisata heritage dan pendidikan, memproyeksikan kegiatan merti dusun menjadi daya tarik wisata budaya, dan melakukan promosi daya tarik wisata Desa Banjarasri. Strategi yang kedua adalah mengurangi kelemahan untuk meraih peluang yang dapat dilakukan dengan membangun glamour camping (glamping), membangun tempat makan khas pedesaan, dan membentuk kelompok sadar wisata. Strategi yang ketiga adalah memanfaatkan kekuatan untuk menghadapi ancaman, yaitu dengan mengkampanyekan bahwa daya tarik Desa Banjarasri berada di zona aman bencana Gunung Merapi, meningkatkan kualitas daya tarik, dan melakukan diferensiasi produk. Strategi yang keempat adalah mengurangi kelemahan untuk mencegah ancaman dengan menyediakan akomodasi penginapan yang terjangkau dan mudah dipesan, menyediakan tempat makan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan wisatawan, dan mengadakan program Pendidikan dan pelatihan bidang pariwisata.

References

Cahyaningsih, D. S., Tutuko, P., Sufiyanto, S., & Widayati, S. (2023). Sustainable rural tourism: Kajian potensi dan dampak Desa Sukowilangun menuju desa wisata. JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi, 7(1), 12–26. https://doi.org/10.33366/jast.v7i1.4646

Chow, D. V, Suandri, H., Herman, H., Angelika, P., & Ricky, R. (2023). Meningkatkan keunggulan kompetitif dengan memilih strategi tingkat bisnis yang tepat. Public Service and Governance Journal, 4(1), 2963–7252.

Ekamukti, J. V., & Lemy, D. M. (2023). Studi eksploratif terhadap minat berkunjung ke desa wisata dari sisi wisatawan nusantara. Tourism Scientific Journal, 8(2), 154–162. https://doi.org/-10.32659/tsj.v8i2.266

Fatimah, F. N. D. (2016). Teknik analisis SWOT. Anak Hebat Indonesia.

Hadi, S., Mansur, A., & Jabbar, U. A. (2024). Pengembangan keunggulan bersaing destinasi wisata glamping pada desa wisata Mangli Kabupaten Magelang. Jurnal Darma Agung, 32(5), 270–277.

Humagi, F., Moniaga, I. L., & Prijadi, R. (2021). Analisis kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata di Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jurnal Spasial, 8(2), 190–20.

Jisman, J. (2022). Keresahan masyarakat terkait mahalnya tiket penerbangan domestik (studi kasus kenaikan harga tiket pesawat pada Tahun 2019). Jurnal Administrator, 4(2), 75–86. https://doi.org/10.55100/administrator.v4i2.49

Lubis, F. R. A., & Zakiyyah, N. A. A. (2023). Pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi: Studi kasus Provinsi Yogyakarta. Management Studies and Entrepreneurship Journal, 4(4), 4127–4141.

Mauliddina, N. A., Antariksa, B., Najiyati, S., & Sukarton, T. D. (2024). Effects of tourism village on sustainable livelihoods and pandemic resilience in Serang Village. Jurnal Kepariwisataan Indonesia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kepariwisataan Indonesia, 18(2), 235–256. https://doi.org/10.47608/jki.v18i22024.235

Mujito, M. (2023). Manajemen strategik: Dengan pendekatan analisis SWOT. Wawasan Ilmu.

Mulyana, H., & Fajri, K. (2024). Pengaruh promosi dan merek terhadap minat berkunjung di Terminal Wisata Grafika Cikole (the influence of promotion and brand on visiting interest at Terminal Wisata Grafika Cikole). Manajemen dan Pariwisata, 3, 160–185.

Nuraeni, I., Rahayu, A., & Dirgantari, P. D. (2022). Penerapan blue ocean strategy pada Brontak Coffe di Kota Sumedang. EKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis, 3(01), 93–103. https://doi.org/10.37366/ekomabis.v3i01.374

Octaviany, V. (2016). Pengaruh kualitas produk pariwisata terhadap keputusan berkunjung di Bale Seni Barli-Kota Baru Parahyangan. Tourism Scientific Journal, 1, 184–195.

Pajriah, S. (2018). Peran sumber daya manusia dalam pengembangan pariwisata budaya di Kabupaten Ciamis. Jurnal Artefak, 5(1), 25. https://doi.org/10.25157/ja.v5i1.1913

Pasaribu, S. B., Hasibuan, A. S., Pratiwi, D. A., & Salianto. (2024). Dampak stress kerja dan cara mengatasinya terhadap kinerja karyawan. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(3), 8112–8118.

Pradhana, A., Rachmadi, H., & Afif, F. (2022). Analisa pengaruh promosi melalui media sosial terhadap kunjungan wisatawan di Pulau Sumedang Belitung. Jurnal Pariwisata, 9(2), 161–168. https://doi.org/10.31294/par.v9i2.14111

Pratama, I. P. A. A. P., Suardana, I. W., & Dewi, L. G. L. K. (2021). Motivasi wisatawan millennial berkunjung ke Desa Wisata Jatiluwih Kabupaten Tabanan. Jurnal IPTA (Industri Perjalanan Wisata), 9(2), 247–257.

Putrawan, P. E., & Ardana, D. M. J. (2019). Peran Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dalam pengembangan pariwisata di Desa Munduk Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Locus Majalah Ilmiah FISIP, 11(2), 40–54.

Putri, D. P. (2024). Perilaku konsumen di industri kuliner. PT Media Penerbit Indonesia.

Rachmaniar, R. (2024). Keberadaan desa wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Sosiohumaniora Nusantara, 2(1), 95–101.

Santika, I. N. E., & Suryasih, I. A. (2018). Elemen budaya sebagai daya tarik wisata di Desa Wisata Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Jurnal Destinasi Pariwisata, 6(1), 31. https://doi.org/10.24843/jdepar.2018.v06.i01.p06

Siregar, A. Z., Manurung, S. S., & Wicaksono, D. (2021). Pengaruh sarana prasarana pariwisata terhadap kepuasan wisatawan pada wisata kuliner Sarapan Kamu (Kawula Muda), di Desa Denai Lama, Kec. Pantai Labu, Kab. Deli Serdang. JIPSI (Jurnal Ilmiah Pariwisata Imelda), 1(1), 11–20.

Situmorang, F., & Karthana, E. T. (2021). Redesign rural tourism product based digital nomadism postpandemic COVID-19 in Bali. Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan, 5(2), 1–13. https://doi.org/10.34013/jk.v5i2.513

Suci R. M. K. (2018). Balance scorcard: Model pengukuran kinerja organisasi dengan empat perspektif. Raih Asa Sukses.

Sugiyono, S. (2018). Metode penelitian kualitatif untuk penelitian yang bersifat: Eksploratif, enterpretif, interaktif, dan konstruktif. Alfabeta.

Sugiyono, S. (2020). Metode penelitian manajemen. Alfabeta.

Suharti, L., Sirine, H., & Martono, S. (2023). Developing a sustainable tourism village model: An exploratory study. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 25(1), 63–82. https://doi.org/-10.9744/jmk.25.1.63-82

Sulistyadi, Y., Eddyono, F., & Entas, D. (2021). Indikator perencanaan pengembangan pariwisata berkelanjutan. CV Anugrah Utama Raharja.

Sutrisno, E. Y., Hidayat, A. C., & Sutanto, A. (2023). Pemanfaatan e-commerce dan property management system dalam kegiatan bisnis perhotelan di era revolusi industri 4.0. Jurnal Kepariwisataan Indonesia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kepariwisataan Indonesia, 17(1), 85–98. https://doi.org/10.47608/jki.v17i12023.85-98

Syarifuddin, D. (2015). Daya tarik wisata Upacara Tradisional Hajat Laut sebagai nilai budaya masyarakat Batu Karas. Jurnal Manajemen Resort & Leisure, 12(1), 100–110. https://doi.org/10.17509/jurel.v12i1.1050

Wibowo, M. S., Yusuf, F., & Heptanti, D. U. (2024). Analisis potensi glamorous camping kema Merbabu sebagai objek daya tarik wisata. Jurnal Altasia, 6(1), 43–53.

Yuniati, N. (2018). Profil dan karakteristik wisatawan nusantara (studi kasus di Yogyakarta). Jurnal Pariwisata Pesona, 3(2), 175–190. https://doi.org/10.26905/jpp.v3i2.2381

Downloads

Published

2025-10-10

Issue

Section

Articles