Pengayaan sumber belajar sejarah berbasis situs cagar budaya ragawi di Kabupaten Sidoarjo
DOI:
https://doi.org/10.17977/um022v9i12026p53-60Keywords:
Cagar budaya, MGMP Sejarah, Pembelajaran sejarah, Sumber belajar, Sejarah lokal SidoarjoAbstract
Enrichment of history learning resources based on the ragawi cultural heritage site in Sidoarjo Regency
Sidoarjo Regency possesses a wealth of tangible cultural heritage sites ranging from the Classical to the Colonial era, offering significant potential as history learning resources. However, this potential has not been optimally utilized in school learning due to the lack of valid teaching materials and limited accessibility of academic references for teachers. This community service activity aims to enhance teachers' competence in utilizing lokal sites as learning media through the development of research-based teaching materials. The implementation method employs a participatory approach with the Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) of Senior High Schools (SMA/SMK/MA) in Sidoarjo Regency as the partner. The activity series includes Focus Group Discussions (FGD) for needs analysis, workshops on archaeological knowledge transfer, and intensive mentoring for book manuscript drafting. The results show an increased understanding among teachers regarding the historiography and archaeological data of Candi Pari, Candi Sumur, and colonial industrial buildings. The main output of this program is the compilation of a draft titled "Cultural Heritage Site-Based History Learning for High-School," specifically designed as enrichment material for students. This program concludes that collaboration between academics, the designation of cultural heritage buildings in Sidoarjo Regency" and educational practitioners is effective in bridging the gap between scientific archaeological data and the practical needs of history learning in schools.
Kabupaten Sidoarjo memiliki kekayaan situs cagar budaya ragawi (tangible heritage) dari masa Klasik hingga Kolonial yang potensial sebagai sumber belajar sejarah. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran di sekolah karena minimnya ketersediaan bahan ajar yang valid dan aksesibilitas referensi akademis bagi guru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan situs lokal sebagai media pembelajaran melalui penyusunan materi ajar berbasis riset. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatoris dengan mitra Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA/MA Kabupaten Sidoarjo. Rangkaian kegiatan meliputi Focus Group Discussion (FGD) analisis kebutuhan, lokakarya transfer pengetahuan arkeologis, dan pendampingan intensif penyusunan naskah buku. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap historiografi dan data arkeologis situs Candi Pari, Candi Sumur, serta bangunan industry gula masa kolonial. Luaran utama dari program ini adalah tersusunnya draf buku "Pembelajaran Sejarah berbasis Situs Cagar budaya untuk Sekolah Menengah Atas" yang dirancang khusus sebagai materi pengayaan bagi siswa. Program ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan efektif dalam menjembatani kesenjangan antara data ilmiah arkeologi, hasil penetapan bangunan cagar budaya Kabupaten Sidoarjo dengan kebutuhan praktis pembelajaran sejarah di sekolah.
References
Anggita, N., & Yuliastuti, N. (2018). Study of potential Melayu Village as a heritage area in Semarang. Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning, 5(1), 43. https://doi.org/10.14710/geoplanning.5.1.43-52
Bankoff, G., & Boomgaard, P. (2007). A History of Natural Resources in Asia. Palgrave Macmillan US. https://doi.org/10.1057/-9780230607538
Bloembergen, M., & Eickhoff, M. (2020). The politics of heritage in Indonesia: A cultural history (1st edn). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781108614757
Bosch, F. D. K. (2013). Selected studies in Indonesian archaeology. Springer.
Christie, J. W. (2010). Asia Tenggara: Negara tanpa kota. Ombak.
Gould, P. G., & Pyburn, K. A. (2016). Collision or collaboration: Archaeology encounters economic development. Springer.
Hudiyanto, R., & Lutfi, I. (2011). Jejak-jejak gunung suci, pemanfaatan sumber daya budaya kawasan cagar budaya penanggungan dan pembelajaran model outdoor. Intelegensia Media.
Hudiyanto, R., & Lutfi, I. (2020). The meaning of village purification and worshipping water spring as a ritual to preserve the ecological sustainability of penanggungan sites East Java, Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(2), 376–388.
Hudiyanto, R., & Lutfi, I. (2021). Sosialisasi konsep manajemen sumberdaya budaya pada masyarakat desa hutan sebagai upaya pelestarian kawasan cagar budaya penanggungan. Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial, 4(1), 1–8.
Hudiyanto, R., & Lutfi, I. (2023). Bunga tulip di Lereng Wilis transformasi sosial ekonomi di Ponorogo di Era Kolonial (1830-1930).
Lenzerini, F. (2011). Intangible cultural heritage: The living culture of peoples. European Journal of International Law, 22(1), 101–120. https://doi.org/10.1093/ejil/chr006
Long, C., & Labadi, S. (2010). Heritage and globalisation. Routledge London.
Mufidah, N., & Suprayitno, S. (2021). Candi Pari Sidoarjo Jawa Timur sebagai sumber belajar berbasis etnopedagogi di sekolah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 9(1), 1480–1492.
Park, H. Y. (2013). Heritage tourism. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315882093
Prihatmoko, H. (2014). Transportasi air dalam perdagangan pada masa Jawa kuno di Jawa Timur. Forum Arkeologi, 27(3), 155–174.
Reid, A. (2011). Asia Tenggara dalam kurun niaga 1450-1680 Jilid 2: Jaringan perdagangan global. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Ridhoi, R., Ayundasari, L., Khairunnisaa, A., & Hadi, A. F. (2023). Pembuatan bahan ajar sejarah tematik bagi guru MGMP sejarah tingkat SMA/MA. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 6(1), 37–48. https://doi.org/10.33474/jipemas.v6i1.19388
Ridhoi, R., Erianti, H., & Andik S. R. T. (2020). Kawasan Kayutangan Malang dalam lintasan sejarah (Cetakan I). UM Press. https://www.researchgate.net/publication/353013921_KAWASAN_KAYUTANGAN_MALANG_DALAM_LINTASAN_SEJARAH
Rodwell, D. (2019). Urban heritage, communities, and environmental sustainability. In Securing Urban Heritage (pp. 62–79). Routledge.
Sapto, A., Ayundasari, L., Ridhoi, R., & Khakim, M. N. L. (2019). Pengembangan kajian sejarah tematik sebagai alternatif bahan ajar sejarah tingkat menengah atas di Blitar. Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial, 2(1), 13–18.
Svensson, P., & Goldberg, D. T. (2015). Between humanities and the digital. The MIT press.
Unairnews. (2023, July 31). Manfaat cagar budaya sebagai wisata. Universitas Airlangga Official Website. https://unair.ac.id/manfaat-cagar-budaya-sebagai-wisata/
Wekke, I. S. (2022). Metode pengabdian masyarakat: Dari rancangan ke publikasi. Penerbit Adab.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Reza Hudiyanto, Ismail Lutfi, Ronal Ridhoi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





3.png)
1.png)
1.png)