Analisis struktur jaringan percakapan kemiskinan di Aplikasi X menggunakan Social Network Analysis (SNA)
DOI:
https://doi.org/10.17977/um022v8i22025p249-266Keywords:
kemiskinan, jaringan percakapan, Aplikasi X, Social network Analysis (SNA)Abstract
Analyzing the network structure of poverty conversations in X App using Social Network Analysis (SNA)
Poverty is one of the major challenges faced by countries around the world, including Indonesia. Despite various efforts that have been undertaken, public perception often does not align with official data showing a decline in poverty rates. This study employs a Social Network Analysis (SNA) approach to analyze conversations surrounding the issue of poverty on Application X. The findings reveal that the conversation network related to poverty on Application X is fragmented, with low interconnectivity among groups. Although information can spread rapidly, interactions between groups remain limited. These findings indicate the need to strengthen connectivity across communities in order to broaden the scope of discussions and enhance the impact of poverty alleviation policies. Based on the results, strengthening cross-community communication emerges as a strategic step to improve information distribution, expand discussion spaces, and foster more productive collaboration in addressing social issues. This study contributes to the theoretical understanding of the dynamics of social issue conversations in digital spaces and offers more inclusive and effective communication strategies to support poverty alleviation efforts.
Kemiskinan merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, persepsi masyarakat seringkali tidak sejalan dengan data resmi yang menunjukkan penurunan tingkat kemiskinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Social Network Analysis (SNA) untuk menganalisis percakapan seputar isu kemiskinan di Aplikasi X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan percakapan terkait kemiskinan di Aplikasi X terfragmentasi dengan keterhubungan antar kelompok yang rendah. Meskipun informasi dapat tersebar dengan cepat, interaksi antar kelompok masih terbatas. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan konektivitas antar komunitas untuk memperluas jangkauan diskusi dan meningkatkan dampak kebijakan pengentasan kemiskinan. Berdasarkan hasil penelitian, penguatan komunikasi lintas komunitas merupakan langkah strategis yang dapat meningkatkan distribusi informasi, memperluas ruang diskusi, serta mendorong kolaborasi yang lebih produktif dalam membahas isu-isu sosial. Studi ini berkontribusi pada pemahaman teoretis mengenai dinamika percakapan isu sosial di ruang digital, serta menawarkan strategi komunikasi yang lebih inklusif dan efektif untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
References
Alisjahbana, A. S., & Murniningtyas, E. (2018). Tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia: Konsep target dan strategi implementasi, Cetakan 2 (Vol. 4). Unpad Press.
Annur, C. M. (2024). Ini media sosial paling banyak digunakan di Indonesia awal 2024. Databoks.Katadata.Co.Id.
Azzasyofia, M. (2022). Tantangan penanggulangan kemiskinan di era disrupsi. Sosio Informa, 8(1), 63–74.
Bakry, G. N. (2020). Struktur jaringan pengguna twitter dengan Tagar #Bandunglawancovid19. Jurnal Komunikasi Global, 9(2), 209–229. https://doi.org/10.24815/jkg.v9i2.17478
Bappenas. (2023). SDGs knowledge hub: Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan. In SDGs Indonesia.
Borgatti, S. P., Everett, M. G., & Johnson, J. C. (2018). Analyzing social netwworks. SAGE.
BPS. (2023). Data dan informasi kemiskinan kabupaten/kota Tahun 2023. BPS.
Bruns, A., & Burgess, J. (2011). The use of twitter hashtags in the formation of ad hoc publics. European Consortium for Political Research Conference, Reykjavík, 25-27 Aug. 2011, 1–9.
Eriyanto, E. (2021). Analisis jaringan media sosial: Dasar-dasar dan aplikasi metode jaringan sosial untuk membedah percakapan media sosial. Kencana.
Fahrudin, T. M., Illah, I. Z., & Atnanda, P. A. (2022). Analisis percakapan di media sosial twitter terkait pemindahan ibu kota menggunakan social network analysis berbasis model jejaring tersentralisasi. In Prosiding Seminar Nasional Teknik Elektro, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika (SNESTIK), 1(1), 401–408.
Gruzd, A., Wellman, B., & Takhteyev, Y. (2011). Imagining twitter as an imagined community. American Behavioral Scientist, 55(10), 1294–1318. https://doi.org/10.1177/-0002764211409378
Jafari, P., Mohamed, E., Lee, S., & Abourizk, S. (2020). Social network analysis of change management processes for communication assessment. Automation in Construction, 118, 103292.
Kurnia, N., Savirani, A., Eddyono, S., Kusumasari, B., Rajiywm, R., Widhyharto, D. S., Madya, S. H., Monggilo, Z. M., Djindan, M., Putri, T. E., Larasati, Z. W., Prasetyo, W., Santoso, A. D., & Nityasar, A. (2021). Big data untuk ilmu sosial: Antara metode riset dan realitas sosial (A. S. Novi Kurnia (ed.)). Gadjah Mada University Press.
Lubis, R. B. (2024). Tingkat pendidikan pengguna X lebih unggul dibanding medsos lain. GoodStats.
Okeke, M. N., & Anaekwe, V. B. (2025). E-administration and employee service delivery in selected government ministries in Anambra state: 2015-2023. Humanities Horizon, 2(2), 109–121.
Rigg, J. (2024). The Sustainable Development Goals (SDGS). The Companion to Development Studies, 253–257. https://doi.org/10.4324/9780429282348-52
Scott, J. (2024). Social network analysis: Research methods. Bloomsbury Publishing.
Suryanto, E., Mukhibun, A., Rahmawati, A., Putri, F. H. D. K., Junear, K. A. G., & Rohmah, R. D. (2025). Character education in the digital era: An analytical review of hate speech on social media platforms. Humanities Horizon, 2(3), 128–142.
Tabassum, S., Pereira, F. S. F., Fernandes, S., & Gama, J. (2018). Social network analysis: An overview. Wiley Interdisciplinary Reviews: Data Mining and Knowledge Discovery, 8(5), 1–21. https://doi.org/10.1002/widm.1256
Tanaka, N. L. R. (2020). Emotions and well-being in twitter professional development: A content analysis of social media data.
UNDP. (2022). Prinsip nilai universal: No one left behind. UNDP.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





3.png)
1.png)
1.png)