Pengembangan e-modul pembelajaran Sejarah berbasis multikultural tingkat SMA

Authors

  • Aniek Handajani Universitas Negeri Malang
  • Wahyu Djoko Sulistyo Universitas Negeri Malang
  • Slamet Sujud Purnawan Jati
  • Iqbal Maulana Razaq

DOI:

https://doi.org/10.17977/um022v9i12026p34-42

Keywords:

E-modul, Multikulturalisme, Pendidikan Sejarah

Abstract

Developing multicultural-based e-modules for History learning of senior high school level

History education has an important role in instilling national awareness and tolerance among the nation's youth. However, there are still many problems related to history learning at high school level, such as students feel bored, history teachers lack of historical insight, monotonous learning, history books merely discuss historical facts and emphasizing less on multiculturalism. In addition, there is a new policy on in-depth learning that many history teachers have not understood, particularly history teachers in Malang. Hence, it is crucial to provide insight to history teachers by holding a workshop on developing multicultural-based e-modules for history learning fitted with the In-Depth Learning curriculum. This community service aims to develop multicultural-based e-modules for history learning that are used by high school teachers and students. Also, it is conducted to provide teaching materials that foster tolerance, respect for diversity and strengthen nationalism in Indonesia’s multicultural context. This research is carried out using a qualitative method with participatory action research. The target of the workshop activity is the history teachers in Malang. The results of the community service show that after the workshop, teachers can develop multicultural-based history e-modules. Moreover, the developed e-modules increase student learning motivation, broaden historical insights with a multicultural perspective, and facilitate teachers in presenting materials interactively. Dissemination of the workshop results are carried out through journal articles, social media, and posters. Furthermore, the multicultural-based history e-modules will be implemented in several high schools to enhance students' understanding of national identity and sense of Indonesian nationalism.

Pendidikan sejarah mempunyai peranan penting dalam menanamkan kesadaran kebangsaan dan toleransi diantara generasi bangsa. Namun masih banyak permasalahan terkait pembelajaran sejarah di tingkat SMA, seperti siswa merasa bosan, guru sejarah kurang wawasan kesejarahan, pembelajaran monoton, buku sejarah hanya membahas fakta sejarah dan kurang menekankan multikulturalisme. Apalagi ada kebijakan baru tentang pembelajaran mendalam yang belum dipahami sebagian besar guru sejarah, khususnya guru MGMP sejarah di Malang. Oleh karenanya penting untuk memberikan wawasan kepada guru sejarah dengan mengadakan workshop pengembangan e-modul pembelajaran sejarah berbasis multikultural yang sesuai dengan kurikulum pembelajaran mendalam. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pembelajaran sejarah berbasis multikultural yang digunakan oleh guru dan siswa tingkat SMA. Selain itu kegiatan ini untuk memenuhi kebutuhan bahan ajar yang mampu menumbuhkan sikap toleransi, menghargai keberagaman, serta memperkuat rasa nasionalisme dalam konteks multikultural Indonesia. Kegiatan ini dilakukan memakai metode kualitatif dengan participatory action research. Sasaran kegiatan workshop adalah guru MGMP Sejarah di Malang raya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah workshop guru mampu menyusun e-modul sejarah berbasis multikultural. Selain itu e-modul yang dikembangkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, memperluas wawasan sejarah dengan perspekstif multikultural, serta memudahkan guru dalam menyajikan materi secara interaktif. Diseminasi hasil workshop dilakukan melalui artikel jurnal, media sosial dan poster. Selanjutnya e-modul sejarah berbasis multikultural akan diimplementasikan di beberapa sekolah tingkat SMA/sederajat sehingga dapat meningkatkan pemahaman identitas nasional dan rasa nasionalisme Indonesia di kalangan peserta didik.

References

Allport, G.W. (1954). The nature of prejudice. Cambridge, Mass: Addison-Wesley, Pub. Co.

Anwar, S. (2024). Dinas Pendidikan Jatim matangkan kompetensi manajerial guru penggerak. https://beritajatim.com/dinas-pendidikan-jatim-matangkan-kompetensi-manajerial-guru-penggerak

Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Capaian pembelajaran mata pelajaran Sejarah Fase E – Fase F untuk SMA/MA/Program Paket C.

Banks, J. A., & McGee, C. A. (1997). Multicultural education: Issues and perspectives (3th ed.). Boston: Allyn and Bacon.

Chalimi, I. R. (2023). Pengembangan model pembelajaran berbasis multikultural pada mata pelajaran Sejarah. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 11(1), 105–116.

Daryanto, D. (2013). Menyiapkan bahan ajar dan media pembelajaran. Yogyakarta: Gaya Media.

Dick, W., & Carey, L. (2005). The systematic design of instruction (6th ed.). Boston: Allyn and Bacon.

Gay, G. (2010). Culturally responsive teaching: Theory, research and practice. New York: Teachers College.

Grant, C. A., & Sleeter, C. E. (2011). Doing multicultural education for achievement and equity (2nd ed.). New York: Routledge.

Hamdani, H. (2011). Strategi belajar mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Han, W. S. (1994). The issue of tolerance as an element of peaceful unification of the Korean Peninsula. In Proceedings of the International Conference Seoul, Republic of Korea.

Hefner, R. W. (2001). The politics of multiculturalism: Pluralism and citizenship in Malaysia, Singapore, and Indonesia. Honolulu: University of Hawai’i Press.

Hendra, D., & Galus, B. S. (2014). Reinventing pendidikan yang mengindonesia. Yogyakarta: Beta Offset.

Huntington, S. P. (1996). The clash of civilizations and the remaking of world order. New York: Simon & Schuster.

Hutauruk, A. F. (2014). Penggunaan biografi Tjong A Fie dalam menggali nilai multikulturalisme peserta didik pada pembelajaran Sejarah: Penelitian naturalistik pembelajaran Sejarah lokal di Kelas XI IPS SMA Al-Ulum Medan. Universitas Pendidikan Indonesia.

Kelman, H. C. (2017). Violence without moral restraint: Reflections on the dehumanization of victims and victimizers. In The criminology of war (pp. 145-181). Routledge.

Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner. Victoria: Deakin University Press.

Khasanah, A. (2018). Eksistensi etnis tionghoa di era globalisasi. Jurnal Kewarganegaraan, 2(2), 23–29.

Kosasih, A. (2013). Pers Tionghoa dan dinamika pergerakan nasional di Indonesia, 1900–1942. Susurgalur: Jurnal Kajian Sejarah & Pendidikan Sejarah, 1(1), 41–60.

Kurniawan, D. A., & Astutik, D. (2025). Pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah: Kajian teoritis, filosofis, dan strategi aplikatif. Jurnal Artefak, 12(1), 1–16.

Mulyana, A. (2008). Hubungan etnis dalam pendidikan Sejarah di Indonesia. In The International Seminar on Ethnics and Education, The Faculty of Education & Institute Research of Ethnicity Universiti Kebangsaan Malaysia, Kualalumpur.

Nasution, S. (2007). Berbagai pendekatan dalam proses belajar mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Niara, K., Sugito, N., Aniroh, M., dan Agustina, E. (2025). Nilai multikulturalisme dalam buku teks pelajaran Sejarah Indonesia (analisis terhadap buku teks Sejarah Indonesia SMA Kelas XI). Danadyaksa Historica, 5(1), 18–36.

Nordholt, H. S., Purwanto, B., & Saptari, R. (Eds.). (2008). Perspektif baru penulisan sejarah Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Prastowo, A. (2011). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. Yogyakarta: Diva Press.

Purwanto, B. (2006). Gagalnya historiografi Indonesia?. Yogyakarta: Ombak.

Rahmat, A., & Mirnawati, M. (2020). Model participation action research dalam pemberdayaan masyarakat. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 6(1), 62–71.

Reigeluth, C. M. (1999). Instructional-design theories and models: A new paradigm of instructional theory. Lawrence Berlbaum Associates.

Siahaan, A. (2014). Pembelajaran Sejarah Berbasis Multikultural Dalam Mengembangkan Nilai-Nilai Nasionalisme Siswa Etnik Tionghoa. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 24(1).

Sujana, A. M., Wardah, E. S., & Alfiah, A. (2020). Etnis Tionghoa: Pluralisme dan regulasi birokrasi di Indonesia. Alur Sejarah: Jurnal Pendidikan Sejarah, 4(1), 181–193.

Syahriman, A., & Mulyana, A. (2021). Multikulturalisme: Analisis wacana buku teks pelajaran Sejarah. Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan, 2(1), 18–32.

Thiagarajan, S., Semmel, D. S., & Semmel, M. I. (1974). Instructional development for training teachers of exceptional children: A sourcebook. Bloomington: Indiana University.

UNESCO. (1995). Democracy and tolerance. In Proceedings of the International Conference Seoul, Republic of Korea.

Wardani, A. K. (2016). Nasionalisme Tionghoa dan peranannya dalam perang kemerdekaan Indonesia di Yogyakarta 1945-1949. Mozaik Sejarah Indonesia, 2(2), 1–9.

Widja, I. G. (2018). Pembelajaran sejarah yang mencerdaskan suatu alternatif menghadapi tantangan dan tuntutan jaman yang berubah. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 1(2), 117–134.

Downloads

Published

2026-04-30

Issue

Section

Articles