Manifestasi Pendidikan Kritis (Pendidikan Hadap Masalah Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah di Salatiga)

Authors

  • Nora T. Ayudha Peneliti dan Pendamping Lapangan Wahana Visi Indonesia (WVI)

DOI:

https://doi.org/10.17977/um021v1i22016p173-182

Keywords:

Qaryah Thayyibah, sistem pendidikan, pendidikan hadap masalah

Abstract

Studi ini dilakukan untuk menjelaskan argumentasi sekolah alternatif Qaryah Thayyibah yang menolak menggunakan pendidikan yang telah mapan dan menjadi arus utama. Serta bagaimana metode manifestasi pendidikan kritis yang diterapkan di sekolah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah dengan teknik purposive, dan jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah tujuh informan. Penelitian ini menggunakan teori pendidikan  hadap-masalah sebagai analisa untuk menjelaskan permasalahan penelitian. Berdasar pemikiran sekolah Qaryah Thayyibah, pendidikan yang selama ini dijalankan nyatanya melanggengkan sistem penindasan, dengan guru sebagai pihak yang mendominasi terhadap muridnya. Dalam mode pendidikan ini, ijazah dijadikan legitimasi hasil belajar dengan anggapan sebagai tafsiran kemampuan seseorang. Maka bertolak dari fakta tersebut, Qaryah Thayyibah menggunakan pendekatan berbeda dalam aktivitas pembelajarannya. Murid mempunyai otoritas penuh dalam menciptakan sistem pendidikan dan guru sebatas pendamping adalah prinsip dari pembelajaran ini. Selain itu, karya menjadi alternatif tolak ukur yang lebih adil dalam menilai sebuah kemampuan.

References

Bahruddin,Ahmad. (2007). Pendidikan Alternatif Qaryah Thayyibah.

Yogyakarta: LKiS.

Denzin, Norman. K &Yoanna S. Lincoln. (2009). Handbook of Qualitative

Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dharmaningtyas, Edi Subhan, I Fahmi Panimbang. (2009). Tirani Kapital

Dalam Pendidikan. Jogjakarta: Pustaka Yashiba dan Damar Press.

Freire, Paulo. (1970). Cultural Action For Freedom. Baltimore: Penguin Book.

-------------- . (1985). Pendidikan Kaum Tertindas. Jakarta: LP3ES.

--------------, dkk. (2004). Menggugat Pendidikan; Fundamentalis, Konservatif, Liberal, Anarki. Terj. Omi Intan Naomi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

--------------, (2007). Politik Pendidikan: Kebudayaan, Kekuasaan dan Pembebasan.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hidayat, Rakhmat. (2013). Pedagogi Kritis: Sejarah, Perkembangan dan Pemikiran. Jakarta: Rajawali Pers.

Ozmon & Craver. (1986). Philosophical Foundations of Educations. Colombus: Merril.

Pazmiño, Robert W. (1988). Foundational Issues in Christian Education: An Introductionin Evangelical Perspective. Grand Rapids: Baker.

Schipani, Daniel S. (1988). Religious Education Encounters Liberation Theology. Alabama: Religious Education Press.

Subagi, L. (1985).Kritik Atas: Konsientisasi dan Pendidikan.Teropong Paulo

Freire dan Ivan Illich”, dalam Martin Sardy (ed.), Pendidikan Manusia.

Bandung:Alumni.

Sudjana, H. D. (2000). Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Luar Sekolah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: Falah Production.

Sutrisno, Mudji. (1995). Pendidikan Pemerdekaan. Jakarta: Penerbit Obor.

Topanimasang, Roem, Rahardjo, Toto & Fakih, Mansour. (2010). Pendidikan

Popular: Membangun Kesadaran Kritis.Yogyakarta: Insist Press.

Downloads

Published

12/30/2016

Issue

Section

Articles