Pemuda, Elit Agama Islam Dan Politik: Preferensi Gus Dan Lora Dalam Kontestasi Politik
DOI:
https://doi.org/10.17977/um021v3i22018p88-97Keywords:
Gus, Politic, Religion EliteAbstract
Penelitian ini berfokus pada deskripsi tokoh elit muda Islam (Gus dan Lora) dan keterlibatannya dalam kontestasi politik. Keterlibatan tersebut tidak serta merta dianggap bahwa mereka aktif dalam dunia politik, namun hal yang harus diingat bahwa karisma yang dimiliki Gus dan Lora mampu berperan dalam memberikan pilihan alternatif politik bagi santri-santrinya.Penelitian ini akan membidik asparagus (aspirasi para Lora dan Gus), komunitas non-formal Gus dan Lora yang terdapat di Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan pada beberapa kota di Jawa Timur dengan melibatkan beberapa Gus dan Lora. Realitas Sosial yang dialami oleh responden dapat dikaji dimensinya menggunakan metode penelitian yang bersifat kualitatif. Adapun hasil penelitian ini adalah adanya tiga tipologi umum mengenai preferensi Gus dan Lora dalam hal politik. Sederhananya, dimensi karisma yang bersumber dari legitimasi secara sosial dan teologi mampu memberikan peluang besar bagi Gus dan Lora untuk berpartisipasi dalam dunia politik. Lebih lagi posisi Gus dan Lora sebagai tokoh elit muda Islam mampu mempengaruhi pilihan politik bagi santri-santri khusunya yang berasal dari generasi milenial.
References
Al Khanif, (2011), Menguji Kharisma Kyai Dalam Kehidupan Masyarakat Madura Jember Jawa Timur, Jurnal INFERENSI; Jurnal penelitian Sosial keagamaan, Vol. 5, No. 1, Juni 2011
Dirjosanjoto,Pradjarta. (1999). Memelihara Umat Kyai Pesantren-Kyai Langgar di Jawa. LKiS: Jogjakarta
Dhofier, Zamakhsyari. (1982). Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.
Faridl, Miftah. (2007), Peran Sosial Politik Kyai di Indonesia, Jurnal Sosioteknologi Edisi 11: 238-243
Geertz, Clifford. (1981). Abangan, santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa (Terjemahan oleh Aswab Mahasin). Jakarta: Pustaka Jaya.
Horikoshi, Hiroko. (1987). Kiai dan Perubahan Sosial. Jakarta: LP3ES
Mahasin, Aswab. (1993), “Kelas Menengah Santri: Pandangan dari Dalam”, dalam Richard Tanter dan Kenneth Young, Politik Kelas Menengah Indonesia, Jakarta: LP3ES
Madjid, Nurcholish. (1997). Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan, Jakarta: Paramadina
Patton, Michael Quinn. (1987). How To Use Qualitative Method in Evaluation. Sage Publication: California
Rahman, Bustami. (1995). Nilai Kultural dan Differensiasi Agraria di Pedesaan Jawa (Kasus Desa Lumbung Kerep di Jawa Tengah dan Desa Tamping Mojo di Jawa Timur). Disertasi. Universitas Gadjah Mada: Jogjakarta
Ritzer, George. (2004). Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. PT Raja Grafindo. Jakarta
Subiyakto, Rudi, (2011), Keterlibatan Kiai Dalam Pilkada (Studi Kasus Pilkada di Kabupaten Banjarnegara Tahun 2006), Jurnal Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan, Vol. 1, No. 1
Syarif, Zainuddin. (2016), Pergeseran Perilaku Politik Kiai Dan Santri Di Pamekasan Madura, Jurnal Al Tahrir, Vol. 16, No. 2
Thoriquttyas, Titis, (2014), Ulama, Politic and The State: Leadership Transformation from Feudalistic to Democratic System, makalah dipresentasikan pada The 7th Al Jami’ah Forum and International Conference on topic “Religious, Authority, Piety and Activism: Ulama’ in Contemporary Muslim Societies”, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta


