Titik Temu Agama dan Budaya dalam Tradisi Bate Suku Bajau di Desa Torosiaje Gorontalo

Authors

  • Emi Setyaningsih Universitas Brawijaya
  • Khalid Rahman Universitas Brawijaya
  • In’amul Wafi Universitas Brawijaya
  • Arif Mustafa Universitas Brawijaya
  • Galieh Damayanti Universitas Brawijaya

Keywords:

suku Bajau, tradisi Bate, agama dan budaya

Abstract

Tujuan penulisan artikel untuk membahas potret Suku Bajau dan tradisi Bate di Torosiaje, Bate dalam kerangka tradisi sosial kemasyarakatan, serta Bate sebagai wujud relasi agama dan tradisi. Kajian menggunakan metode fenomenologi hermeneutik yang digunakan untuk mengidentifikasi basis ontologis dalam tradisi Bate suku Bajau, serta mendiskusikan basis epistimologisnya. Teknik pengumpulan data melalui observasi non partisipatif, wawancara, dan studi dokumentasi. Suku Bajau merupakan pengembara laut yang menyebar ke berbagai wilayah. Tradisi Bate merupakan tradisi turun temurun untuk tolak bala atau wabah yang menggunakan bendera sebagai perantara untuk mengetahui atau mengatasinya. Pelaksanaan tradisi melibatkan berbagai unsur masyarakat yang menunjukkan solidaritas dan kebersamaan. Bendera yang digunakan bertuliskan ayat dari Al-Quran yang menunjukkan keyakinan terhadap Tuhan dan bercampur dengan kebiasaan masyarakat.

Downloads

Published

2025-07-15

Issue

Section

Articles